SITUASI GENTING TBC! Barito Utara Temukan 227 Kasus di 2025, Dinkes Soroti 14 Kematian/Jam di Indonesia

By clickid - October 2, 2025 | 482 Views
IMG-20251002-WA0003(3)

MUARA TEWEH – Indonesia masih menghadapi situasi genting Tuberculosis (TBC), bahkan menjadi negara dengan kasus TBC terbanyak kedua di dunia. Mirisnya, setiap jam, 14 orang meninggal akibat TBC di Indonesia.

​Ancaman serius ini menjadi fokus utama Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara saat menggelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program TBC Tahun 2025 selama dua hari, 6–7 September 2025, di Aula Dinkes setempat.

​Dihadiri perwakilan Puskesmas dan RSUD se-Barito Utara, Kepala Dinas Kesehatan Pariadi AR, melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (PSDK), Yessi Aria Puspita, SKM, M.Kes, menegaskan pentingnya penguatan strategi penanggulangan TBC.

​“Ini adalah ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kita harus memperkuat strategi dari tingkat fasilitas kesehatan hingga peran lintas sektor,” tegas Yessi.

 

​Ratusan Kasus Ditemukan, Tantangan Masih Menghadang

​Kabupaten Barito Utara sendiri mencatat temuan signifikan: sebanyak 227 kasus TBC telah ditemukan dan menjalani pengobatan pada tahun 2025.

​Namun, sejumlah tantangan besar masih menghadang upaya eliminasi TBC, di antaranya:

  • ​Belum optimalnya Investigasi Kontak (IK).
  • ​Rendahnya cakupan Terapi Pencegahan TBC (TPT).
  • ​Keterlambatan dalam pencatatan dan pelaporan kasus.
  • ​Adanya ‘gap’ antara temuan kasus dan jumlah pasien yang memulai pengobatan.

​Edukasi TPT Jadi Kunci, Masyarakat Masih Menolak

​Yessi menyoroti perlunya peningkatan edukasi, khususnya terkait TPT. Banyak individu yang memiliki riwayat kontak erat dengan penderita TBC justru menolak TPT karena merasa sehat.

​”Promosi kesehatan harus ditingkatkan agar cakupan TPT di Barito Utara bisa lebih optimal,” ujarnya.

​Sinergi antara fasilitas kesehatan (faskes), masyarakat, dan komunitas menjadi kunci untuk mencapai target nasional eliminasi TBC 2025, yang meliputi 90% deteksi kasus dan keberhasilan pengobatan di atas 80%.

​Pertemuan Monev ini diharapkan menjadi forum strategis untuk merumuskan langkah konkret, meningkatkan kualitas pelaporan data, dan mencari solusi atas kendala yang dihadapi di tingkat Puskesmas maupun RSUD. (Gep)

asus

clickid

Artikel Terkait