MUARA TEWEH – Disdukcapil Barito Utara mengajak tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama untuk ikut berperan dalam meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya dokumen kependudukan. Ajakan ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Prosedur Penerbitan Dokumen Kependudukan di Kecamatan Teweh Baru, Kamis (16/10/2025).
Kegiatan ini merupakan rangkaian program sosialisasi Disdukcapil yang digelar sejak Maret hingga November 2025 di 9 kecamatan. Kehadiran para tokoh masyarakat dinilai sangat penting untuk membantu menyampaikan informasi kepada warga di wilayah masing-masing.
Dalam pemaparan data, Disdukcapil menyebutkan bahwa di Teweh Baru masih terdapat 620 warga yang belum melakukan perekaman e-KTP dari total 8.178 wajib. Target perekaman dipatok mencapai 99,40 persen untuk memastikan seluruh warga memiliki identitas kependudukan resmi.
Selain itu, baru 21 persen anak usia 0–17 tahun di Teweh Baru memiliki KIA, sementara akta kelahiran mencapai capaian tinggi yaitu 98 persen pada anak usia 0–18 tahun. Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) masih menjadi pekerjaan rumah, karena baru 0,7 persen warga yang mengaktifkannya.
Plt. Kepala Disdukcapil Barito Utara, Hj. Nurhamidah, SP, menyampaikan bahwa tokoh masyarakat memiliki peran strategis sebagai penyambung informasi. “Kami berharap tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat dapat menjadi agen edukasi agar warga lebih sadar pentingnya dokumen kependudukan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan melalui tokoh masyarakat dinilai efektif karena warga biasanya lebih mudah menerima informasi dari tokoh di lingkungannya. Selain itu, pelayanan jemput bola juga akan terus dilakukan demi mempermudah warga mendapatkan layanan adminduk.
Sekitar 40–50 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk perangkat desa, ketua RT, tenaga kesehatan, dan pendidik. Disdukcapil berharap setelah kegiatan ini, penyebaran informasi soal layanan adminduk semakin merata hingga ke tingkat RT.(Gep)





