Demi Investasi dan Pembangunan Daerah, Kesbangpol Barut: Konsolidasi Adat dan Kearifan Lokal Harus Diperkuat!

By clickid - October 1, 2025 | 633 Views
IMG-20250827-WA0040(25)

MUARA TEWEH – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Barito Utara, Rayadi, menyoroti urgensi konsolidasi adat dan pengakuan terhadap kearifan lokal. Hal ini dinilai krusial sebagai fondasi utama dalam mendukung pembangunan daerah, terutama di tengah masuknya investasi dan dinamika hubungan global.

​Rayadi menegaskan, di kancah internasional, penghormatan dan pengakuan terhadap masyarakat adat adalah prasyarat mutlak. “Ini kunci untuk membangun kebersamaan, kerja sama, dan kepentingan bersama antarnegara, termasuk di sektor perdagangan dan ekonomi,” jelasnya di Muara Teweh, Senin (1/10/2025).

​Tantangan Konsolidasi Adat Belum Maksimal

​Meski demikian, Rayadi mengakui adanya tantangan di tingkat lokal. “Kondisi perkembangan adat di daerah kita masih menghadapi tantangan. Konsolidasi dan rekonsiliasi di bidang adat belum sepenuhnya maksimal dan belum terkonsep dengan baik,” ungkapnya. Akibatnya, arah dan tujuan yang diharapkan belum berjalan optimal.

​Ia berharap, penguatan konsolidasi dan rekonsiliasi adat dapat meyakinkan masyarakat Barito Utara yang majemuk bahwa adat hadir untuk mengayomi dan melindungi semua pihak tanpa memandang perbedaan.

​Ajak Pegiat Adat Satukan Barisan

​Rayadi juga menekankan agar kegiatan simposium yang telah digelar tidak hanya berhenti pada pembahasan narasi konseptual. Ia mendesak para pemerhati dan penggiat adat untuk membangun kesadaran bersama, bersatu, merapatkan barisan, serta menyamakan persepsi dan langkah.

​”Dengan demikian, masyarakat adat dapat mengukuhkan perannya dan memperoleh tempat yang semestinya dalam konteks kehadiran investasi di daerah ini,” tutup Rayadi. (Gep)

asus

clickid

Artikel Terkait