Muara Teweh – Tiga kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Kamis (6/8/2026). BPBD Barito Utara bersama tim gabungan langsung melakukan penanganan untuk mencegah api meluas.
Kebakaran tersebut terjadi di Jalan Trans Sosial Kilometer 7 Kelurahan Jingah, Jalan Sosial Kelurahan Jingah, serta Kelurahan Jambu.
Berdasarkan laporan BPBD, total luas lahan yang terdampak dari tiga kejadian tersebut mencapai sekitar 1,40 hektare.
Kebakaran pertama di Jalan Trans Sosial Kilometer 7 dilaporkan pada pukul 13.24 WIB. Delapan menit kemudian, tim bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman terhadap api yang membakar tumpukan pepohonan, dedaunan, serta semak belukar.
Pemadaman di lokasi pertama berhasil dilakukan sekitar pukul 15.12 WIB. Operasi melibatkan BPBD, Manggala Agni, Disdamkarmat, serta Polsek Teweh Tengah.
Kebakaran kedua terjadi di Jalan Sosial Kelurahan Jingah. Laporan diterima pada pukul 15.23 WIB dan petugas tiba sekitar pukul 16.00 WIB.
Hingga pukul 18.30 WIB, petugas berhasil mengendalikan api di bagian pinggir lahan. Namun, bara api masih ditemukan di bagian tengah sehingga petugas tetap melakukan pemantauan.
Karena kondisi mulai gelap, penerangan terbatas, serta sumber air cukup jauh, operasi dihentikan sekitar pukul 19.00 WIB setelah dipastikan api tidak meluas ke kawasan sekitar.
Sementara itu, kebakaran di Kelurahan Jambu ditangani BPBD bersama MPA Jambu. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.55 WIB dan petugas kemudian kembali ke Posko Pusdalops-PB BPBD.
Kepala BPBD Barito Utara melalui Kabid Darlog Rizali Hadi mengatakan seluruh kejadian merupakan kebakaran permukaan pada lahan mineral dengan vegetasi berupa tumpukan pepohonan, dedaunan, dan semak belukar.
“Tim BPBD bersama unsur terkait bergerak cepat setiap menerima laporan masyarakat sehingga penyebaran api dapat segera dikendalikan,” kata Rizali Hadi, Kamis (6/8/2026).
Ia menegaskan penanganan di lokasi yang masih menyisakan bara dilakukan dengan mengutamakan pencegahan agar api tidak meluas ke permukiman maupun lahan di sekitarnya.
Rizali mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada BPBD atau instansi terkait agar dapat segera ditangani sebelum meluas,” pungkasnya.(Gep)





