Muara Teweh, 29 Oktober 2025 — Sampai saat ini, Tim PKS Barito Utara belum mencatat adanya konflik sosial terbuka antar kelompok masyarakat. Namun keadaan itu tidak membuat upaya pencegahan dihentikan. Justru deteksi dini diperkuat untuk mengantisipasi potensi kerawanan.
Kepala KesbangPol Barito Utara, Rayadi, mengatakan sengketa lahan masih menjadi sumber utama kerawanan sosial. Banyaknya kepentingan antara perusahaan dan masyarakat membuat isu ini sensitif jika tidak segera ditangani.
Langkah awal yang dilakukan tim ialah memetakan berbagai potensi konflik melalui jejaring kewaspadaan dini yang tersebar di seluruh kecamatan. Setiap informasi kemudian dianalisis untuk menentukan tingkat kerawanan.
Setelah pemetaan, mekanisme penanganan dilakukan secara berjenjang. Desa menjadi titik awal penyelesaian, dilanjutkan kecamatan hingga kabupaten bila masalah tidak selesai di tingkat bawah.
Rayadi menyebut APH juga berperan penting dalam mendukung stabilitas sosial. Kasus hukum yang melibatkan dua warga Lahei adalah bagian dari penegakan aturan atas sengketa lahan.
Koordinasi lintas sektor seperti dengan BPN dan Dinas Kehutanan menjadi langkah strategis untuk menambah pemahaman masyarakat. Edukasi ini bertujuan mengurangi kesalahpahaman terkait batas kawasan.
Ia menegaskan pentingnya menjaga ruang usaha dan investasi tetap aman melalui pencegahan yang konsisten dan terukur.(Gep)





